Kamis, 23 Februari 2012

"Kali Ini Giliran BOCA Juniors Dirikan Akademi Di Indonesia"

Siapa yang tidak kenal dengan kehebatan dari pemain sekelas Diego Maradona, Carlos Tevez, Martin Palermo, Juan Roman Riquelme dan Gabriel Batistuta. Pemain-pemain hebat tersebut merupakan alumnus jebolan dari klub Boca Junior yang sudah tidak perlu diragukan dengan prestasi 24 kali menjadi juara Primera Division Apertura.

Kini kita bisa berbangga hati karena Indonesia terpilih menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mendapat kepercayaan langsung dari Boca Junior untuk mengelolah akademi milik mereka. PT Produta FC ditunjuk sebagai pengelolah program-program dari Boca Junior ini.

Untuk itu pada tanggal 26 Februari 2012 mendatang Boca Junior akan mengadakan kegiatan 'Road To Legend' yang merupakan ajang perkenalan dari sekolah sepak bola Boca Junior yang memiliki target peserta mulai dari usia 6-17 tahun. Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas sepak bola melalui program kompetisi amatir dan profesional.

Beberapa macam kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Boca Akademi ini adalah memperkenalkan teknik-teknik bermain sepak bola profesional oleh pelatih-pelatih yang sudah terbukti kemampuannya.

Selain itu untuk program jangka panjangnya Boca Junior akan mengadakan pertandingan persahabatan yang akan berhadapan dengan tim Boca Junior ataupun pemain legenda Boca junior serta Beasiswa bagi siswa yang memiliki kemampuan bagus untuk dapat berlatih secara langsung dengan tim Boca Junior di Argentina

Rabu, 22 Februari 2012

Asah Kualitas, Timnas Tantang Lima Negara Sepanjang 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Timnas senior Indonesia akan menantang lima Negara berbeda dalam laga persahabatan sepanjang tahun 2012. Lima Negara yang akan jadi lawan timnas umumnya berasal dari kawasan Asia Tenggara.

Ketua Komite Timnas, Bob Hippy mengungkapkan lawan timnas kemungkinan adalah Vietnam, Filipina, dan Singapura. “Itu terus kita bicarakan dengan negara Asean lain, termasuk juga akan kemungkinan tim lain dari luar,” ujar Bob saat dijumpai Republika, Rabu (22/2).

Dia menambahkan, agenda laga uji coba timnas juga merupakan bagian dari program federasi sepak bola ASEAN, AFF, untuk meningkatkan peringkat FIFA anggotanya. Karena itulah PSSI akan segera mengadakan pertemuan dengan federasi negara ASEAN lain untuk menentukan tempat dan waktu pelaksanaan uji coba.

“Jadi kemungkinan ada lima kali sepanjang tahun Ini. Kalau mengenai tempat akan gentian. Bisa pertama di Jakarta atau kita yang main ke kandang mereka,” tambahnya.

Namun Bob mengaku belum memikirkan agenda uji coba melawan negara yang memiliki level kelas dunia. Menurutnya, Indonesia akan fokus menjadikan laga uji coba untuk memperbaiki poin FIFA. Karena itulah lawan uji coba yang akan dipilih Garuda sepanjang tahun 2012 adalah tim yang memiliki peringkat FIFA di kisaran 100.

“Kalau lawan negara kuat, rasanya nanti dulu. Kita fokus seja menghadapi tim kawasan ASEAn dan secara bertahap kita akan tingkatkan level uji cobanya melawan negara yang lebih kuat,” cetus Bob.

Di tempat terpisah, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menyebut program uji coba timnas akan diperuntukkan untuk segala jenjang umur. Tidak hanya tim senior, timnas di kelompok U-16, U-17, U-21, dan U-23 juga akan diikutsertakan dalam sejumlah agenda turnamen dan kalender FIFA.

Hal ini untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dibanding negara lain. “Kita sudah siapkan program besar untuk seluruh kelompok umur timnas. Kita akan aktif mengikuti segala kejuaraan yang selama ini kita jarang ikuti. Ini demi keangkitan sepak bola kita di level internasional,”

Sebagai gambaran, negara seperti Vietnam dan Thailand menimal menggelar empat kali uji coba resmi di luar agenda kejuaraan regional. Sebaliknya, timnas Indonesia lebih sering mengandalkan laga uji coba dengan klub dalam negeri untuk mempersiapkan tim jelang sebuah kejuaraan.

Timnas U-12 Bakal Dibiayai Danone

Jakarta (beritajatim.com) - Danone kembali membuktikan komitmennya untuk selalu mendukung pengembangan dan kemajuan sepak bola Indonesia. Perusahaan multinasional yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman ini siap membiayai Timnas U-12 untuk belajar dan melakukan tiga pertandingan persahabatan di Jepang, pada Juni 2012.

Demikian disampaikan Manajer Timnas U-12, HM Zuchli Imran Putra, seperti dirilis PSSI, Rabu (22/2/2012). Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi Disiplin PSSI ini menjelaskan keberangkatan timnas U-12 ke Jepang adalah dalam rangka memenuhi undangan Osaka Football Association (OFA) atau Asosiasi Sepak Bola Osaka.

"PSSI menggandeng Danone untuk mensponsori keberangkatan timnas U-12 ke Jepang dalam rangka memenuhi undangan OFA, karena selama ini perusahaan ini memiliki perhatian yang sangat tinggi pada pembinaan dan pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia," kata Imran.

Imran mengungkapkan terkait rencana kerjasama antara PSSI dengan Danone, dia telah bertemu dan bicara dengan dua orang perwakilan Danone yakni, Daniel dan Febi Intan. "Dalam pembicaraan tersebut, pihak Danone sangat antusias untuk mendukung keberangkatan timnas U-12 ke Jepang," ungkap Imran. Sesuai pembicaraan, kata Imran, disepakati agenda penandatangan nota kesepahaman kerjasama tersebut akan dilaksanakan pada 29 Februari mendatang.

Adapun kegiatan yang akan dijalani oleh para pemain timnas U-12 selama beberapa hari di Jepang, tutur Imran, selain melakoni tiga pertandingan persahabatan yang direncanakan digelar di wilayah prafektur Osaka dan Kota Sakei, Provinsi Osaka, mereka juga akan mengikuti program belajar teknik dan fisik.

"Beberapa instruktur OFA akan memberikan pelatihan singkat kepada para pemain timnas U-12 yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama pagi hari adalah belajar pengetahuan tentang sepak bola di dalam kelas, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua pada sore hari yaitu belajar teknik yang dilakukan di lapangan," terangnya.

Lebih lanjut Imran menjelaskan untuk menjaring para pemain timnas U-12 yang akan diboyong ke Jepang, PSSI akan melakukan seleksi pada 4, 5 dan 6 Maret mendatang, di Lapangan C Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta.

Untuk itu, sambung Imran, PSSI mengundang para pemain di Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi. Dalam ajang seleksi ini, kata Imran, PSSI akan bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Imran mengungkapkan, sesungguhnya sejalan dengan program pembinaan usia muda dari berbagai lapis usia yang telah dilaksanakan PSSI dengan mendirikan enam Akademi Sepak Bola Nusantara di enam wilayah Indonesia, pihaknya telah memiliki sejumlah calon pemain timnas U-12 yang siap diberangkatkan ke Jepang. Namun fair, PSSI tetap akan menggelar seleksi.

"Selain dari enam akademi kita juga sudah mendapatkan beberapa calon pemain timnas U-12 yang kita pantau di kejuaraan sepak bola Inter Championship yang diadakan di Buperta Cibubur,minggu lalu. Tapi siapa tahu ada yang tidak terlihat. Lagi pula kita ingin fair. Artinya yang berangkat ke Jepang merupakan pilihan terbaik," ujarnya.

"Di tahap awal kita akan menjaring sebanyak 25 pemain. Selanjutnya ke-25 pemain hasil seleksi tahap awal ini akan mengikuti Training Centre (TC). Masa pemusatan latihan ini akan menjadi ajang seleksi terakhir untuk mendapatkan 18 pemain terbaik yang diberangkatkan ke Jepang," paparnya.

Imran menambahkan, pelatih yang akan memimpin timnas U-12 ke Jepang adalah Indra Syafri. Pelatih yang sukses membawa timnas U-17 jadi juara di Hongkong ini akan didampingi Jarot sebagai pelatih kiper.

Puncak Kebodohan KPSI

Oleh: Primata Euroasia | 22 February 2012 | 12:05 WIB

1. KPSI menganggap sudah mendelegitimasi PSSI lewat RASN.
Namun nyatanya sampai sekarang PSSI masih eksis. Bahkan
Persipura yang tidak menganggap PSSI, namun untuk urusan LCA,
mereka minta bantuan PSSI. Persipura mengajak Ketum KPSI Toni
Apriliani nonton bareng di Adelaide. Begitu ketahuan Adelaide
memakai pemain ilegal, Persipura minta PSSI getol membantu
mereka di AFC.

2. Tidak berkomitment terhadap keputusan mereka sendiri. Dalam
pra Kongres mereka memutuskan KLB akan digelar 6 Maret.
Kemudian mundur lagi ke 9 Maret. Dengan alasan memberi
kesempatan Komite Pemilihan, diundur lagi ke 21 Maret. Belum lagi
dua minggu keputusan itu dibuat, sudah diubah jadwalnya maju ke
tanggal 18 Maret dengan alasan keputusan “voters”. Seyogyanya
keputusan dalam rapat, harus diubah pula melalui sebuah rapat.

3. Berencana membuat Tim Nasional tandingan. Belum juga hasil
KLB nanti disetujui FIFA atau tidak mereka sudah berkoar akan
membuat timnas tandingan. Kalau memang tujuannya baik, tak
perlu membuat statemen seperti itu, malah semakin ketahuan
kengototan mereka agar Indonesia dihukum FIFA.

4. Dan inilah puncak kebodohan mereka. KPSI tidak peduli jika
dalam KLB nanti tidak dihadiri oleh utusan FIFA/AFC dengan alasan
FIFA cukup mengetahui perkembangannya saja. Logika apalagi
yang dipakai oleh KPSI? Kalau cuma laporan saja semua orang bisa
mengarang. Karena itulah dalam setiap Kongres FIFA/AFC
mengirim utusan untuk memantau pelaksanaan Kongres itu sendiri.
Disamping itu juga untuk menunjukkan legitimasi dari
penyelenggara Kongres.
KPSI ibaratnya seorang anak kecil yang menunjukkan tingkah laku
bodoh dan lucunya. Seorang anak kecil beranggapan bahwa
semakin banyak orang yang tertawa dan mengomentari aksinya,
maka akan semakin menjadi-jadi tingkah lakunya.

Sumber : kompasiana.com