Sabtu, 17 Desember 2011

Kesimpulan IPL

1. Tuduhan liga hanya boleh 18 tim, ternyata hanya kebohongan.
2. Tuduhan promosi IPL gratis, ternyata hanya fitnah.
3. Tuduhan pembentukan PT LPIS menyalahi kongres, ternyata hanya fitnah.
4. Tuduhan PSSI menjegal Persipura, ternyata hanya fitnah.
5. Tuduhan PSSI menolak membagikan saham, ternyata hanya fitnah.

Siapakah yang melakukan kebohongan dan fitnah diatas?
1. Beberapa Exco pembangkang : La Nyalla Mattaliti, Toni Apriliani, Roberto Rouw, dkk
2. Pengurus klub pembangkang : CEO Persisam, Ketua umum Persipura, Ketum Persiba, dkk

Tapi bukan berarti IPL & PSSI tanpa cacat
1. Dualisme Persija lebih condong PSSI sebagai pihak yang salah.
2. Pemecatan Riedl yang mendadak dak mepet dengan jadwal PPD memancing respon negatif publik.
2. Keputusan peserta liga 24 tim awalnya menuai kontroversi, meskipun masih bisa diperdebatkan benar-salahnya.
3. Pemutihan PSM, Persibo, dan Persema cukup kontroversial, meskipun masih bisa diperdebatkan benar-salahnya.

Kesimpulan untuk ISL
1. Pembagian saham PT LI, ternyata ilegal.
2. Pengakuan ISL sebagai liga, ternyata kebohongan.
3. Pengangkatan Persiram, Gresik United, PSAP, dan PSMS ke ISL, ternyata ilegal.

Catatan
1. Hampir semua tuduhan pada PSSI terbantahkan, sebaliknya hanya kasus Persija yang terindikasi PSSI dalam posisi salah. Dari fakta ini, apakah masuk akal klub-2 pembangkang lebih memilih keluar meninggalkan IPL? Dan perlukah Djohar digulingkan?
2. La Nyalla Mattaliti, dkk telah terbukti melakukan fitnah dan kebohongan publik, masih pantaskah mereka dipercaya?
3. PT LI telah terbukti melakukan banyak kebohongan, masih pantaskah mereka dipercaya?
4. Hadirnya ISL lebih membawa kemanfaatan atau kerusakan?

Saran dan Rekomendasi
1. Untuk Masyarakat, PT LI, dan klub pembangkang: Biarkan PSSI bekerja dulu minimal 1 periode, baru kemudian dilihat hasilnya.
2. Untuk Pemerintah: Perluas PP nomor 16 tahun 2007. Buatlah peraturan yang melarang orang partai politik dan pejabat pemerintahan menjadi pengurus PSSI pusat-daerah dan pengurus klub profesional.
3. Untuk klub yang masih setia: teruslah berada dalam koridor yang legal.
4. Untuk klub pembangkang: kembalilah pada PSSI.
5. Untuk PSSI: Selesaikan dualisme Persija, Persebaya, dan Arema.
6. Untuk PT LI: Selesaikan audit perusahaan sebagai prioritas, bukan malah sibuk menggelar kompetisi tandingan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar