Sabtu, 24 Desember 2011

Untuk yg pengin tahu masalah sanksi Persema, Persibo dan PSM, ini kronologis ceritanya :

A. PERSEMA, PERSIBO DAN PSM MENGUNDURKAN DIRI DARI KOMPETISI ISL, BUKAN DARI KEANGGOTAAN PSSI
********************************************************
……………………………
20 Desember 2010
…………………………..

* Persibo telah mengirimkan surat pengunduran diri dari kompetisi ISL, dengan No. 290/Persibo/XII/2010 tanggal 20 Desember 2010 yang ditujukan kepada Pimpinan Badan Liga Sepakbola Indonesia, dan memilih mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas Arifin Panigoro.

* Ketua Umum Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro menyatakan, surat Persibo ke PT Liga Indonesia yang ditembuskan ke PSSI menyatakan Persibo tak bisa melanjutkan kompetisi di ISL. "Karena delapan pemain kita dilarang main dan harus bayar denda dulu, sementara manajemen sudah tak ada dana lagi," alasannya.
“Kalaupun dipaksakan menggunakan dana APBD, akan berdampak di kemudian hari. Sesuai permendagri, olahraga profesional dilarang menggunakan APBD. Kalau ada pernyatan lisan boleh tapi siapa bisa menjamin jika tidak ada secara tertulis," imbuhnya.

.........................................
Selasa, 28 Desember 2010
.........................................

* Surat pengunduran diri PSM dari kompetisi Indonesia Super League bernomor 239/6.32/PSM/II/2010 yang telah diteken langsung Ilham Arief selaku ketua umum PSM resmi diberikan oleh Asisten Manajer Hukum Demisioner PSM, Syahrir Cakkari kepada pihak BLI sebagai penanggung jawab ISL.


B. PERSEMA, PERSIBO, PSM DIHADAPKAN KEPADA KOMISI DISIPLIN PSSI
********************************************************

………………
13/1/2011
……………...

* Manajemen Persibo Bojonegoro mendapatkan surat dari PSSI dengan surat panggilan bernomor 37/UDN/17/1-11 tertanggal 12 Januari 2010 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, berisi permintaan kepada manajemen Persibo untuk menghadiri sidang Komite Disiplin PSSI tgl 14/1/2011. Agendanya, memberikan keterangan tentang pengunduran diri Persibo dari ajang Indonesia Super League 2010/2011.
Dikirimkan melalui faksmili ke mes Persibo di Jalan Untung Suropati, diakui sudah diterima oleh Ketua Umum Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

C. EXCO PSSI MENCORET KEANGGOTAAN PERSEMA, PERSIBO DAN PSM
HAK SUARA PERSEMA, PERSIBO DAN PSM DI PSSI HILANG
*************************************************

....................................
Selasa, 18 Januari 2011
……………………………..……

* Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, karena "berkhianat" maka Persibo dan Persema DICORET DARI KEANGGOTAAN PSSI. Ini sesuai dengan keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

* Pemberhentian Persibo dari keanggotaan PSSI berdasarkan Surat Keputusan PSSI No.03/211 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, selaku Komite Eksekutif .
"Berdasar statuta PSSI, bahwa Exco berhak mencoret keanggotaan dari PSSI karena terang-terangan mereka berhianat. Persema dan Persibo sudah terbukti tampil di LPI," ujar Nugraha Besoes. Menurut Nugraha pula, saat ini PSSI masih menunggu PSM Makassar. "Jika PSM tampil juga di LPI, kami akan kenakan sanksi yang sama," sambungnya.

* Nugraha mengungkapkan, karena dicoret dari keanggotaan, otomatis kedua klub itu KEHILANGAN HAK SUARA di Kongres Tahunan PSSI. "Persibo dan Persema PASTI TIDAK KAMI UNDANG untuk hadir dalam kongres nanti. Dan PSM Makassar bakal menyusul jika ternyata ikut-ikutan bermain di LPI,"

* Ketua Komdis (Komisi Disiplin) PSSI, Hinca Pandjaitan mengatakan, sanksi pencoretan klub tersebut beda halnya dengan sanksi yang bakal dijatuhkan Komdis. "Itu dua hal yang berbeda. Pencoretan keanggotaan itu adalah sanksi organisatoris. Ada lagi menyangkut sanksi disiplin, terkait pihak-pihak yang terlibat di dalam LPI," kata Hinca.

………………………………..
Rabu, 19 Januari 2011
………………………………..

* Manajemen PSM Makassar mengajukan protes ke PSSI terkait keputusannya tidak mengundang tim Juku Eja dalam Kongres Tahunan di Bali pada 21-22 Januari mendatang. Meski PSM kini berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), namun masih merupakan anggota PSSI sehingga memiliki hak memberikan suara di kongres.

* "Jika PSM dikeluarkan dari keanggotaan, seharusnya terlebih dahulu melalui munaslub yang dihadiri 2/3 anggota PSSI. Saya kira keputusan itu tidak bisa dilakukan Nurdin (Halid) meski berposisi sebagai ketua umum," kata manajer teknik PSM, Mirdan Midding.
Menurut Mirdan, PSM memang memutuskan pindah kompetisi dari Liga Super Indonesia (ISL) ke kompetisi yang diprakarsai oleh pengusaha Arifin Panigoro. Namun, hal itu bukan berarti PSM juga mundur dari PSSI.


D. KONGRES PSSI DI BALI 20-21 Januari-2011
PERSEMA, PERSIBO DAN PSM TIDAK DIUNDANG, PERWAKILAN KLUB
TERTAHAN DI LUAR ARENA KONGRES, TIDAK DIPERBOLEHKAN MASUK
TIDAK ADA AGENDA PENYAMPAIAN PEMBELAAN DIRI UTK PERSEMA,
PERSIBO DAN PSM
PENGESAHAN PEMECATAN PERSEMA DAN PERSIBO
MEMBERIKAN SANKSI KPD PSM YAITU TURUN KE KOMPETISI DIVISI I
*************************************************

…………………………………
Jumat, 21 Januari 2011
…………………………………

* Manajemen Persibo Bojonegoro hari Jumat (21/1/2011) mengirimkan surat pembelaan atas pemberhentian Persibo dari keanggotaan PSSI.di kirimkan langsung kepada peserta kongres di Bali, selain kepada Ketua Umum PSSI.

* Surat tertanggal 20 Januari 2011 itu ditandatangani Ketua Umum/Manajer Persibo, Taufik Risnendar. Di dalam surat tersebut, Persibo menjelaskan bahwa :

-- Pemberhentian Persibo dari keanggotaan PSSI berdasarkan Surat Keputusan PSSI No.03/211 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, selaku Komite Eksekutif itu dianggap tidak sah.

-- Di dalam surat itu dijelaskan, keikutsertaan Persibo dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), semata-mata merupakan suatu usaha untuk memajukan klub serta kualitas pemain dan kemandirian untuk tidak bergantung dengan dana APBD.

-- Dalam pembelaan itu, juga diungkapkan, Persibo menolak Kongres PSSI di Bali. Alasannya, berdasarkan ketentuan pelaksanaan kongres seharusnya April, bukan Januari ini.

-- Penolakan kongres disebutkan sejumlah pasal merujuk BAB IV Oganisasi, khususnya pasal 22,23,24,25,26, 29, 30 dan pasal 31.

-- Selain itu, Persibo berhak melakukan pembelaan, sebagaimana yang ada di dalam statuta PSSI pasal 39 ayat 3 dan di dalam Article 36 Paragraph 3 dari FIFA Standard Statues.
"Kami mendapatkan informasi di dalam undangan kongres tidak mencantumkan agenda pemberhentian Persibo dari anggota PSSI," kata .

……………………………...
Sabtu, 22 Januari 2011
…………………............

* Ketua Umum Persema Malang Peni Suparto menegaskan bahwa Exco PSSI tidak berhak mencabut keanggotaan Persema dari PSSI. "Yang berhak mencabut keanggotaan Persema adalah kongres PSSI, bukan Exco PSSI-nya. Keputusan Exco PSSI tanpa melalui kongres itu sebagai bentuk arogansi dan saya akan melakukan perlawanan secara hukum," tegas Peni di Malang.

* Menurut Peni, dengan tampil di ajang LPI bukan berarti Persema keluar dari PSSI. Persema hanya keluar dari ISL, bukan PSSI. Tetapi, lanjut Peni, fakta yang diterima Persema, tidak hanya Persema senior yang mendapatkan perlakuan tidak adil, Persema U-18 pun juga dicoret dari keikutsertaannya di Liga Remaja Nasional. Sehingga predikat Juara Nasional U-18 dicoret dan diganti oleh Runner Up, Arema-U-18. Sikap yang ditunjukkan PSSI itu, tegas Peni, sama sekali tidak menunjukkan jati diri sebagai lembaga pembina sepak bola.

* Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengaku sanksi bagi Persema yang membelot ke LPI, yang mendapatkan sanksi tidak hanya Persema saja, namun semua klub yang berada di kompetisi yang digelar klub asal Malang itu karena bentuk dari Persema adalah perserikatan.

* PSSI juga mendesak Persema menyerahkan seluruh aset. Persema mempersilahkan PSSI mengambil kembali seluruh aset yang telah diberikan kepada Persema (bola utk latihan, 1 unit mobel APV, dll).

* Pemain Persema, Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan tidak diperkenankan memperkuat skuad Timnas. Pemain Persema yg lain, Seme Pierre Pattrick dihentikan proses naturalisasinya, padahal Seme telah beristerikan orang Indonesia.

* Persema Malang mengklaim bahwa pembagian hak siar senilai Rp 125 juta yang seharusnya menjadi miliknya dalam setiap laga kandang selama empat kali di kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) hingga kini belum diserahkan oleh PSSI.

.............................
21-22 Januari 2011
..............................

* Kongres Tahunan PSSI berlangsung tgl 21-22 Januari 2011 di Pan Pasific Nirwana Resort Tabanan, Bali.

* Persema, Persibo dan PSM Makasar kehilangan hak suara, tidak diundang dan tidak diberi kesempatan untuk membela diri yang sebetulnya menjadi hak mereka sebagaimana yang ada di dalam statuta PSSI pasal 39 ayat 3 dan di dalam Article 36 Paragraph 3 dari FIFA Standard Statues.

* Perwakilan klub Persema (diwakili oleh manajer tim Asmuri) dan Persibo (diwakili Tony Ade Irawan) tertahan di pintu gerbang kawasan hotel, tidak diperkenankan masuk arena kongres dan terhalang oleh barikade keamanan yang disiapkan pihak hotel.

* Di dalam Kongres Tahunan Bali tidak ada agenda penyampaian pembelaan klub terkait dengan mundurnya Persema, Persibo dan PSM dari kompetisi di bawah naungan PSSI yg menjadi hak mereka, baik yg dilakukan secara langsung dan melalui surat tertulis.

* Berikut ini 2 dari 10 hasil Kongres Tahunan PSSI di Pan Pasific Nirwana Resort, 21-22 Januari :

- Ketiga, pengesahan pemecatan klub Persema Malang dan Persibo Bojonegoro yang telah mengundurkan diri dari ISL dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Sanksi juga berlaku bagi klub di bawahnya dan berlaku mulai adanya keputusan hingga kongres berikutnya.

- Keenam, memberikan sanksi kepada PSM Makassar yang mengundurkan dari dari ISL ke LPI yaitu turun ke kompetisi Divisi I. Sanksi ini bisa berubah menjadi pemecatan, hanya saja sanksi akan diberikan pada kongres berikutnya. Pemecatan akan berlaku jika PSM tetap menjalani pertandingan LPI dan telah menggunakan hak pembelaannya di kongres.

....................................
Sabtu, 26 Maret 2011
....................................

* Kongres PSSI di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, yang berakhir ricuh. PSM Makasar, Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang, tidak diundang.


E. KONGRES PSSI DI HOTEL SULTAN JAKARTA OLEH KOMITE NORMALISASI
MENGHAPUS SANKSI PSM MAKASAR
MEMBERIKAN REKOMENDASI KEPADA RAPAT ANGGOTA KOMITE EKSEKUTIF PSSI TERPILIH UTK
MEMBAHAS SANKSI PERSEMA DAN PERSIBO
************************************************

....................................
Selasa, 14 April 2011
..................................

* Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar, Ketua Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) Syahrial Damopoli (kanan), Ketua Umum PSM Makassar Ilham Arief Sirajuddin serta ke-78 pemilik hak suara dan peserta Kongres lainnya menggelar rapat pleno tertutup di Kantor PSSI Gelora Bung Karno, Jakarta. Akhirnya Komite Normalisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mencabut sanksi PSM Makassar dan mengembalikan segala haknya, salah satunya sebagai anggota pemegang hak suara, serta mengakui Liga Primer Indonesia (LPI).

* Kedua adalah rekomendasi Kongres PSSI (yg diselenggarakan KN ) di hotel Sultan yang menyebut pembahasan sanksi Persema Malang dan Persibo Bojonegoro akan dibawa ke rapat anggota Komite Eksekutif PSSI terpilih.
 


F. EXCO PSSI BARU MENCABUT SANKSI HUKUMAN PERSEMA DAN PERSIBO
************************************************………………...............
Senin, 15 agustus 2011.
……….............………

* Rapat Komite Eksekutif PSSI digelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Salah satu hasil rapat adl pencabutan sanksi hukuman skorsing atas Persema dan Persibo.

* Status Persema Malang dan Persibo Bojonegoro berpeluang bisa kembali tampil secara resmi pada kompetisi PSSI musim ini, dan hanya tinggal menunggu didapatkannya dukumen terhadap sanksi yang dijatuhkan pengurus lama dalam kongres Bali (dokumennya katut ilang terbawa bajaj waktu pindahan PSSI era NH ya?).

* Wakil Ketua Komite Kompetisi PSSI, Toni Apriliani menegaskan, status keanggotaan Persema dan Persibo telah dipulihkan. Pemulihan status kedua klub ini telah sesuai aturan yang ada. Pasalnya, karena yang menskorsing Persema dan Persibo adalah komite eksekutif atau executive committee (exco) pada masa kepengurusan PSSI terdahulu, maka untuk mencabutnya juga melalui keputusan komite eksekutif. Sedangkan soal skorsing terhadap PSM Makassar, telah diselesaikan oleh Komite Normalisasi (KN) sebelum Kongres PSSI 20 Mei.


KESIMPULANNYA ..

Pemberhentian Persema, Persibo dan PSM cacat hukum.

- Pemberhentian Persema, Persibo dan PSM dilakukan oleh Ketum saat itu, Nurdin Halid pada rapat Exco
-- Pemberhentian Persema, Persibo dan PSM dari keanggotaan PSSI berdasarkan Surat Keputusan PSSI yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, selaku Komite Eksekutif itu dianggap tidak sah.

- -Pertimbangannya, berdasarkan statuta PSSI, pemberhentian sebuah klub sepak bola, menjadi kewenangan kongres dan bukan pada komite eksekutif., sebagaimana yang dijelaskan dalam pasal 25 ayat 1 (k). Itupun, di dalam pasal 17 Ayat (2), disebutkan, pemberhentian menjadi sah apabila Kongres dihadiri oleh suara terbanyak sederhana (50 persen+1) dari Anggota yang mempunyai hak suara dan dari yang hadir menyetujui pemberhentian tersebut.

Sedangkan komite eksekutif hanya sebatas mengusulkan kepada kongres, sebagaimana tercantum di dalam statuta PSSI pasal 39 Ayat (1), dengan alasan yang cukup.

- -Karenanya, keputusan No. 03/2011 adalah tidak sah dan bertentangan dengan ketentuan Statuta PSSI.

-- Selain itu, seharusnya Persema, Persibo dan PSM berhak melakukan pembelaan, sebagaimana yang ada di dalam statuta PSSI pasal 39 ayat 3 dan di dalam Article 36 Paragraph 3 dari FIFA Standard Statues. Tetapi pada kenyataannya, ke-2 klub tdk pernah diberi kesempatan melakukan pembelaan baik secara langsung di hadapan peserta kongres maupun tertulis.

- Legitimasi PSSI era NH sendiri sebenarnya patut ragukan, karena selama itu PSSI banyak melakukan hal-hal yang tidak sesuai/ menyimpang dari statuta FIFA.

- Kongres PSSI di Bali sendiri juga diragukan legitimasi keabsahannya. Alasannya, berdasarkan ketentuan pelaksanaan kongres seharusnya April, bukan Januari. Hal ini disebutkan dalam sejumlah pasal merujuk BAB IV Oganisasi, khususnya pasal 22,23,24,25,26, 29, 30 dan pasal 31.
Dan juga dalam praktek pelaksanaannya yang banyak menyimpang dari statute PSSI sendiri.
    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar