Minggu, 18 Desember 2011

KLB

1. Sebanyak 27 Pengprov PSSI dgn 452 orang anggota PSSI Provinsi menandatangani

2. Pernyataan Sekretaris dan Ketum, krna KLB Solo tdk sesuai dgn Kongres II Bali ;
Pernyataan sikap karena kekecewaan kepemimpinan, meminta Kongres krna 2/3 Anggota PSSI meminta KLB stelah 3 bulan dari undangan dalam Forum PENGPROV PSSI ini ;

3. Tanggal 23 desember trkhir, dkungan KLB tsb ditandatangani Ketua & Sekretaris Klub dan Selambat-lambatnya 3 bulan setelah Forum ini diadakan, PSSI dminta memverfikasi 5 hari ke depan dan 4 orang Exco akan sgera meagendakan KLB (Kongres Luar Biasa), dan KOMITE PENYELAMAT SEPAK BOLA INDONESIA akan mengambil alih kepemimpinan Pak. DJOHAR, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhinya yaitu tanggal 3 Maret 2012, dan dapat dipercepat agenda tersebut di awal tahun dibulan Januari 2012 mendatang

4. Forum ini terbentuk adalah meminta dukungan KLB, oleh karena kpemimpinan Djohar tidak sesuai dengan Amanat STATUTA maupunKONGRES II BALI, Maka sesuai dengan STATUTA PSSI pula bahwa Forum PENPROV PSSI yang di gelar Akbar di Pullman Hotel dengan Undangan Anggota PSSI seluruh Indonesia TELAH DIANGGAP MEMENUHI Syarat – syarat utk melakukan Kongres Luar Biasa yang dijadwalkan ;

5. 10 Tuntutan dalam Forum, dalam bentuk Foto ;

Kesimpulan
Konklusinya bahwa FPP membentuk Komite Penyelamat SepakBola Indonesia, yg mengakomodir sgala tuntutan mreka (klub2 - LSI,DIV 1,2,3) yg merasa bahwa kepimpinan Pak Djohar tdk sesuai dgn amanat Kongres II Bali dan banyak menyalahi / Melanggar Statuta. Maka dalam Acara Rapat Akbar FPP ini telah sepakat 27 PENGPROV PSSI Seluruh Indonesia untuk mengadakan KLB yg diagendakan oleh EXCO. Tuntutan tsb, akan diserahakan kpda Pimpinan PSSI Djohar Arifin utk Diverify berkas agenda / notulen Rapat AKBAR FPP utk sgera kooperatif utk mnyelesaikan kekisruhan PSSI saat ini, dan apabila tdk maka Komite Penyelamat SpkBola Indonesia akan sgera mengambil alih kpemimpinan dan melaporkan Agenda yg telah disepakati brsma oleh 2/3 lbh anggota PSSI seluruh Indonesia utk mengadakan KLB slmbat2nya 3 Maret 2012 dan akan bs lbh dipercepat diawal tahun bln Januari mendatang.
 -----------------------------------------------------------
2/3 suara anggota PSSI saja gak cukup utk mensukseskan KLB
Setelah rapat akbar tadi pasti 2/3 anggota PSSI mengirimkan surat secara tertulis kepada Exco PSSI (baca bukan La Nyala).
Surat tertulis tadi hrs menyebutkan secara jelas agenda KLB nya.
Dijelaskan dulu agendanya apa. apakah pergantian ketua umum, pergantian exco atau pergantian seluruh pengurus PSSI atau yg lainnya.
Surat tertulis tadi akan dibahas dirapat Exco. Tentunya hrs dihadiri minimal 2/3 anggota Exco.
Keputusan Exco menggunakan suara terbanyak krn statutanya memang mengatur seperti ini.
Diterima atau tdknya surat tertulis tadi diputuskan oleh suara terbanyak anggota Exco.
Klo 2/3 anggota PSSI tetep ngotot mau gelar KLB ya gpp. walaupun suara terbanyak rapat exkco tdk memperbolehkan.
Upaya terakhir 2/3 anggota PSSI ya meminta bantuan FIFA. meminta bantuan FIFA lho ?? tentu bukan hal mudah lho....
----------------------------------------
Syarat untuk mengadakan KLB
adalah :
1. Komite Eksekutif (EXCO) dapat
melakukan permintaan untuk
melakukan KLB setiap saat (Bukan
perseorangan tapi hasil keputusan
11 Anggota EXCO PSSI).
2. Komite Eksekutif (EXCO) akan
mengadakan KLB apabila diminta
secara tertulis oleh 2/3 anggota
PSSI. Permintaan tersebut harus
mencantumkan agenda yang akan
dibicarakan. KLB harus diadakan 3
bulan setelah diterimanya
permintaan tersebut.
3. Apabila KLB tidak diadakan,
anggota yang memintanya dapat
mengadakan Kongres sendiri.
Sebagai usaha terakhir, anggota
bisa meminta bantuan dari FIFA.
4. Agenda KLB tidak bisa dirubah.
Kalau memang niatnya ingin
memperbaiki sepakbola Indonesia,
KLB sebenarnya bisa dilaksanakan
asal memenuhi ketentuan di atas.
Kalau yang menjadi masalah adalah
kompetisi sepakbola profesional,
maka agenda KLB bisa membahas
mengenai kompetisi saja.
Kenyataannya :
1. La Nyalla cs tidak mau
mengikuti aturan STATUTA, entah
karena ketidakmampuan
mengumpulkan surat resmi dan
tanda tangan 2/3 Anggota PSSI
atau karena untuk mengumpulkan
anggota PSSI butuh proses yang
lumayan lama, karena agendanya
harus jelas. Kalau agendanya
pemakzulan kepengurusan PSSI
saat ini, jelas melenceng dari isu
awal yaitu masalah dualisme
kompetisi dan sulit mendapat
dukungan 2/3 anggota PSSI.
2. La Nyalla cs membentuk Komite
Penyelamatan PSSI (PSSI
tandingan) melalui Rapat Akbar
Sepakbola Indonesia di Jakarta
pada 17-19 Desember 2011.
Pertanyaannya, kenapa La Nyalla cs
tidak langsung meminta KLB
sebagai jalur resmi sesuai Statuta?
Jawabannya jelas bahwa La Nyalla
cs berpacu dengan waktu sebelum
status hukum PT. LI jelas dan
kompetisi ilegal dibekukan.
3. Dengan membentuk PSSI
Tandingan, maka harapan dari La
Nyalla cs adalah supaya pemerintah
mengintervensi PSSI sehingga
jatuhlah hukuman (banned) dari
FIFA. Mengapa demikian, sebab
belum ada Statuta PSSI, AFC, FIFA
yang sudah dilanggar kepengurusan
saat ini sehingga AFC maupun FIFA
jelas menolak turun tangan
(padahal La Nyalla cs sudah
berkali-kali mengirim surat kepada
AFC maupun FIFA namun tidak
digubris).
4. Setelah ada intervensi
pemerintah dan hukuman (banned)
dari FIFA, maka pergantian
pengurus untuk mengembalikan
kepengurusan lama PSSI yang
sebenarnya menjadi agenda utama
La Nyalla cs bisa dilakukan.
Semakin jelas pula agenda utama
yang disusun oleh La Nyalla cs
yaitu mengembalikan
kepengurusan lama PSSI.
Kalau memang sesuai prosedur
sebenarnya silahkan saja
mengembalikan kepengurusan
lama PSSI. Namun ternyata La
Nyalla cs memilih menghancurkan
sepakbola Indonesia terlebih
dahulu daripada melakukan sesuai
prosedur. Jelas sudah siapa yang
sebenarnya ingin merusak
sepakbola Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar