Selasa, 03 Januari 2012

Kisruh PSSI di Facebook

Konflik PSSI juga ternyata berimbas di dunia maya. Tidak hanya komentar-komentar pro dan kontra  di kompas bola tetapi juga jejaring sosial seperti facebook.  Berikut peta konflik berapa account group dan pages yang ada di facebook.
Pertama, adalah forum diskusi suproter Indonesia (FDSI), sebuah group facebook yang anggotanya mencapai 6000 lebih anggota. Mayoritas anggotanya terutama admin group ini bisa dibilang paling mengerti permasalahan sepakbola nasional dari sejarah hingga gosip terbaru. Group ini adalah group paling update tentang informasi sepakbola nasional. Isu-isu sepakbola nasional seperti mundurnya Rachmad Darmawan (RD), hengkangnya Diego lebih dahulu diketahui dari group ini.  Satu lagi berita besar yang beredar di group ini namun belum ada di headline berita nasional adalah bergabungnya RD ke Pelita Jaya. Group ini beberapa hari ini heboh dengan isu “khitan” dua kali manajernya Pelita yg sesembar akan sunnat dua kali jika benar Diego hengkang dari Pelita.Group ini boleh dikatakan pro PSSI, terkadang group ini juga jembatan dialog antara pejabat PSSI dengan para suporter sepakbola. Tidak hanya berita, group ini juga berisi anggota yang kreatif untuk menginvestigasi tentang berbagai hal termasuk masih bermainnya “orang lama” Nugraha Besoes dan Andi Darusalam Tabusala dibelakang rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia. Jika ingin melihat rekayasa tanda tangan para peserta rapat akbar yang digagas La Nyalla dkk, group ini pun punya bukti foto-fotonya. dokumen-dokumen seperti statuta FIFA, statuta PSSI dan hasil kongres Bali yang sering dijadikan landasan kelompok Pro KLB bisa juga di lihat di group ini. Untuk bergabung FDSI ini antrinya sangat panjang, dan yang ingin bergabung bisa klik link berikut : https://www.facebook.com/groups/175712955800431/
Grup yang kedua adalah group yang namanya hampir serupa namun menjadi lawan group FDSI( https://www.facebook.com/groups/198702210157056/). Group yang anggotanya sekitar 3000-an ini dinamakan Forum Diskusi Suporter Sepakbola Indonesia yang disingkat FDSSI. Group ini tampaknya diciptakan untuk menyaingi FDSI. Jika FDSI pro PSSI, nah group ini pro KLB dan anti PSSI atau dapat dikatakan pro rezim lama. Walau mengkalim anti Nurdin Halid, group ini tidak bisa dikatakan lepas dari dukungan terhadap orang dibalik layarnya PSSI Nurdin seperti Nirwan Bakrie dan Andi Darusalam. Group ini juga jadi forum dialog antara elite PT LI seperti Lalu Mara dengan para suporter yang anti PSSI. Menariknya Lalu Mara adalah orang dekat keluarga bakrie yang dikenenal juga sebagai juru bicara Aburizal Bakrie.  <http://nasional.kompas.com/read/2011/08/08/09100144/Jubir.Ical.Lapindo.Tak.Ada.Masalah.Lagi ). Hal ini semakin menegaskan group ini pro PT LI dan keluarga Bakrie.  Akhir-akhir ini group ini juga ramai membahas “kegeraman” Lalu Mara yang dapat dilihat dari status-satutusnya di group ini atas hengkangnya Diego Michels dari pelita. Group ini juga tidak ketinggalan menjadi media Lalu Mara untuk menjawab isu “sunat dua kali” yang menjadi bahan olokan di FDSI.
Fan pages yang lain seperti fan fages Tim nasional (https://www.facebook.com/TIMNASIONALINDONESIA) yang jika dilihat dari statusnya cenderung mendiskreditkan PSSI dengan memunculkan berita-berita anti PSSI di wallnya. Group ini juga semakin terasa anti PSSI dengan ditambah komentar-komentar yang cenderung kasar dan kebanyakan mengumpat dari anggota-anggotanya.
Fan fages klub-klub ISL seperti Sriwijaya FC misalnya (https://www.facebook.com/sriwijayafc?ref=ts) umumnya juga anti PSSI. hal ini tidak diherankan karena mereka adalah klub yang dihukum PSSI. Tidak heran umpatan dan kata kasar pun banyak bermunculan di group ini.
Tampaknya secara keseluruhan, suporter kelas menegah berpendidikan yang mempunyai wawasan bagus dalam sepakbola akan memilih pro PSSI yang tergambar dalam anggota FDSI. Sedangkan yang awam lebih memilih anti PSSI. Bagi orang awam yang penting nonton bola dan tim kesayangannya. PSSI menurut mereka “jahat” kerena menghukum klub mereka dan melarang pemain idola tampil di Tim Nas. Sayangnya mereka tidak peduli gurita politik dan ekonomi dibalik klub mereka, dan disini  anggapan bahwa klub dan pemain teraniaya oleh PSSI yang menjadi frame VIVA News, TV one, dan AnTV sukses besar .

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/01/03/kisruh-pssi-di-facebook/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar