Minggu, 01 Januari 2012

Orang-orang Nurdin Halid Comeback ke PSSI

Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berdiri sebagai organisasi tandingan PSSI. Bahkan, mereka mengklaim sudah mengambil alih kewenangan PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin.

Berdirinya KPSI merupakan bentuk mosi tidak percaya kepada pengurus PSSI yang diklaim didukung 452 anggota PSSI atau 2/3 lebih anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Pullman Hotel, beberapa waktu.

KPSI menegaskan berwenang mengurus seluruh kegiatan sepakbola nasional. “Mulai hari , Rabu (28/12) KPSI sesuai amanah berwenang mengurusi seluruh kegiatan sepakbola nasional. Seperti yang sudah diamanatkan RASN, di mana lebih 452 anggota mengamanahkan KPSI mengawal mosi tidak percaya terhadap PSSI,” kata Ketua KPSI, Tony Apriliani, dalam jumnpa persnya di Hotel Sultan, Jakarta

Tony lebih lanjut menegaskan, karena PSSI dinilai tidak kredible memimpin organisasi maka KPSI yang akan mengambil kewenangan kegiatan sepakbola nasional. Untuk menjalankan aktivitas KPSI, dalam struktur organisasinya ada posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang akan mengurusi seluruh masalah administrasi KPSI sampai digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

Hinca Pandjaitan yang merupakan mantan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di era rezim Nurdin Halid diangkat menjadi Sekjen KPSI. “KPSI sepakat mengangkat saudara Hinca Pandjaitan sebagai Sekjen KPSI. Beliau yang akan mengadmin dan menuntaskan segala keperluan KPSI. Dan kebetulan beliau siap,” kata Tony Apriliani yang dipecat Komite Etik PSSI, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, setelah beberapa bulan tergusur dari kepengurusan baru, mantan pengurus PSSI rezim Nurdin Halid lainnya juga ‘turun gunung’. KPSI juga membentuk dua lembaga peradilan seperti layaknya PSSI, yakni Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Banding (Komding).

Lagi, nama-nama pengurs era Nurdin Halid kembali dipercaya menempati posisi tersebut. Alfred Simanjuntak ditujunjuk sebagai Ketua Komdis, sedangkan Gusti Randa, M. Nigara, Viktor Sitanggagang dan Abidin duduk sebagai anggota.

Di jabatan Komding, KPSI menunjuk mantan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Erwin Tobing sebagai Ketua Komding. Nama-nama anggota Komding pun tidak asing didengar karena mereka juga pengurus PSSI era Nurdin Halid seperti Syarifudin Suding, Arteria Dahlan, dan Ramli Ibrahim.

Nama-nama seperti Gusti Randa, Syarifudin Suding, Arteria Dahlan ini pernah menjadi anggota Komite Pemilihan jelang Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI 2011. Di tengan mereka nama Nurdin Halid, Nirwan Bakrie lolos sebagai calon ketua umum PSSI, dan menggagalkan nama George Toisutta serta Arifin Panigoro.

KPSI pun juga mengangkat Ketua Pengprov PSSI Riau, Indra Mukhlis Adnan yang dikenal pembela Nurdin Halid. Dia ditujuk sebagai Ketua Badan Liga Sepakbola Amatir (BLAI) KPSI.(ian/b)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar